Category: Berita Utama

  • Home Industry Vape Narkoba Etomidate Diungkap, Modus Baru Narkotika Berkedok Pod Vape

    Home Industry Vape Narkoba Etomidate Diungkap, Modus Baru Narkotika Berkedok Pod Vape

    Halo Lokal. Sumber ilustrasi: PEXELS/Ahmad Syahrir

    Peredaran gelap narkotika terus berkembang dengan berbagai modus untuk mengelabui masyarakat. Salah satu yang kini menjadi perhatian adalah penyalahgunaan pod vape yang mengandung zat berbahaya, seperti etomidate. Modus ini memanfaatkan bentuk produk yang menyerupai vape pada umumnya sehingga sulit dikenali dan berpotensi membahayakan penggunanya.

    Kasus ini menjadi pengingat bahwa vape tidak lagi sekadar rokok elektrik. Masyarakat diimbau untuk tidak menggunakan pod maupun cairan vape yang tidak jelas asal-usul, kandungan, dan legalitasnya. Tingkatkan kewaspadaan serta kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Mari bersama melindungi diri, keluarga, dan generasi muda dari ancaman penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika demi mewujudkan Indonesia yang bersih dari narkoba.

    Modus peredaran narkotika terus berkembang. Salah satunya melalui pod vape yang disalahgunakan dengan kandungan zat berbahaya, seperti etomidate.

    BNNP Sumatera Utara berhasil mengungkap praktik home industry pod vape narkotika dan mengamankan 5 tersangka serta menyita 261 pod vape yang mengandung zat etomidate. Dari hasil penyidikan sementara, jaringan ini diduga terhubung dengan pemasok yang berada di luar negeri dan masih terus dikembangkan.

    Pengungkapan ini menjadi pengingat bahwa vape bukan lagi sekadar rokok elektrik. Jangan pernah menggunakan pod atau cairan vape yang tidak jelas asal-usul dan kandungannya.

    Mari bersama lindungi diri, keluarga, dan generasi muda dari ancaman narkotika.

    #WarOnDrugsForHumanity #IndonesiaBersinar #AnandaBersinar #BNNRI #BNNPSumut

  • Home Industry Vape Narkoba Diungkap, Modus Baru Narkotika Berkedok Pod Vape

    Home Industry Vape Narkoba Diungkap, Modus Baru Narkotika Berkedok Pod Vape

    Halo Lokal. Sumber ilustrasi: PEXELS/Ahmad Syahrir

    Peredaran gelap narkotika terus berkembang dengan berbagai modus untuk mengelabui masyarakat. Salah satu yang kini menjadi perhatian adalah penyalahgunaan pod vape yang mengandung zat berbahaya, seperti etomidate. Modus ini memanfaatkan bentuk produk yang menyerupai vape pada umumnya sehingga sulit dikenali dan berpotensi membahayakan penggunanya.

    Kasus ini menjadi pengingat bahwa vape tidak lagi sekadar rokok elektrik. Masyarakat diimbau untuk tidak menggunakan pod maupun cairan vape yang tidak jelas asal-usul, kandungan, dan legalitasnya. Tingkatkan kewaspadaan serta kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Mari bersama melindungi diri, keluarga, dan generasi muda dari ancaman penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika demi mewujudkan Indonesia yang bersih dari narkoba.

    Modus peredaran narkotika terus berkembang. Salah satunya melalui pod vape yang disalahgunakan dengan kandungan zat berbahaya, seperti etomidate.

    BNNP Sumatera Utara berhasil mengungkap praktik home industry pod vape narkotika dan mengamankan 5 tersangka serta menyita 261 pod vape yang mengandung zat etomidate. Dari hasil penyidikan sementara, jaringan ini diduga terhubung dengan pemasok yang berada di luar negeri dan masih terus dikembangkan.

    Pengungkapan ini menjadi pengingat bahwa vape bukan lagi sekadar rokok elektrik. Jangan pernah menggunakan pod atau cairan vape yang tidak jelas asal-usul dan kandungannya.

    Mari bersama lindungi diri, keluarga, dan generasi muda dari ancaman narkotika.

    #WarOnDrugsForHumanity #IndonesiaBersinar #AnandaBersinar #BNNRI #BNNPSumut

  • Home Industry Vape Narkoba Diungkap, Modus Baru Narkotika Berkedok Pod Vape

    Home Industry Vape Narkoba Diungkap, Modus Baru Narkotika Berkedok Pod Vape

    Halo Lokal. Sumber ilustrasi: PEXELS/Ahmad Syahrir

    Peredaran gelap narkotika terus berkembang dengan berbagai modus untuk mengelabui masyarakat. Salah satu yang kini menjadi perhatian adalah penyalahgunaan pod vape yang mengandung zat berbahaya, seperti etomidate. Modus ini memanfaatkan bentuk produk yang menyerupai vape pada umumnya sehingga sulit dikenali dan berpotensi membahayakan penggunanya.

    Kasus ini menjadi pengingat bahwa vape tidak lagi sekadar rokok elektrik. Masyarakat diimbau untuk tidak menggunakan pod maupun cairan vape yang tidak jelas asal-usul, kandungan, dan legalitasnya. Tingkatkan kewaspadaan serta kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Mari bersama melindungi diri, keluarga, dan generasi muda dari ancaman penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika demi mewujudkan Indonesia yang bersih dari narkoba.

    Modus peredaran narkotika terus berkembang. Salah satunya melalui pod vape yang disalahgunakan dengan kandungan zat berbahaya, seperti etomidate.

    BNNP Sumatera Utara berhasil mengungkap praktik home industry pod vape narkotika dan mengamankan 5 tersangka serta menyita 261 pod vape yang mengandung zat etomidate. Dari hasil penyidikan sementara, jaringan ini diduga terhubung dengan pemasok yang berada di luar negeri dan masih terus dikembangkan.

    Pengungkapan ini menjadi pengingat bahwa vape bukan lagi sekadar rokok elektrik. Jangan pernah menggunakan pod atau cairan vape yang tidak jelas asal-usul dan kandungannya.

    Mari bersama lindungi diri, keluarga, dan generasi muda dari ancaman narkotika.

    #WarOnDrugsForHumanity #IndonesiaBersinar #AnandaBersinar #BNNRI #BNNPSumut

  • Home Industry Vape Narkoba Diungkap, Waspada! Modus Baru Narkotika Berkedok Pod Vape

    Home Industry Vape Narkoba Diungkap, Waspada! Modus Baru Narkotika Berkedok Pod Vape

    Halo Lokal. Sumber ilustrasi: PEXELS/Ahmad Syahrir

    Peredaran gelap narkotika terus berkembang dengan berbagai modus untuk mengelabui masyarakat. Salah satu yang kini menjadi perhatian adalah penyalahgunaan pod vape yang mengandung zat berbahaya, seperti etomidate. Modus ini memanfaatkan bentuk produk yang menyerupai vape pada umumnya sehingga sulit dikenali dan berpotensi membahayakan penggunanya.

    Kasus ini menjadi pengingat bahwa vape tidak lagi sekadar rokok elektrik. Masyarakat diimbau untuk tidak menggunakan pod maupun cairan vape yang tidak jelas asal-usul, kandungan, dan legalitasnya. Tingkatkan kewaspadaan serta kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Mari bersama melindungi diri, keluarga, dan generasi muda dari ancaman penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika demi mewujudkan Indonesia yang bersih dari narkoba.

    Modus peredaran narkotika terus berkembang. Salah satunya melalui pod vape yang disalahgunakan dengan kandungan zat berbahaya, seperti etomidate.

    BNNP Sumatera Utara berhasil mengungkap praktik home industry pod vape narkotika dan mengamankan 5 tersangka serta menyita 261 pod vape yang mengandung zat etomidate. Dari hasil penyidikan sementara, jaringan ini diduga terhubung dengan pemasok yang berada di luar negeri dan masih terus dikembangkan.

    Pengungkapan ini menjadi pengingat bahwa vape bukan lagi sekadar rokok elektrik. Jangan pernah menggunakan pod atau cairan vape yang tidak jelas asal-usul dan kandungannya.

    Mari bersama lindungi diri, keluarga, dan generasi muda dari ancaman narkotika.

    #WarOnDrugsForHumanity #IndonesiaBersinar #AnandaBersinar #BNNRI #BNNPSumut

  • Menjaga Jakarta bukan hanya tentang pengamanan, tetapi juga tentang Sinergitas Dan kebersamaan

    Menjaga Jakarta bukan hanya tentang pengamanan, tetapi juga tentang Sinergitas Dan kebersamaan


    JAKARTA – Menjaga stabilitas dan keamanan ibu kota serta daerah penyangganya bukanlah tugas yang bisa dipikul oleh satu instansi saja. Di tengah dinamika tantangan keamanan yang terus berkembang, kesolidan antara aparat kepolisian dan satuan TNI menjadi fondasi utama demi menghadirkan rasa aman bagi masyarakat.

    Komitmen tersebut ditegaskan kembali dalam pertemuan penuh kehangatan antara tiga pimpinan jajaran TNI dan Polri. Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Asep Edi Suheri bersama Pangdam Jaya Letjen TNI Deddy Suryadi melakukan kunjungan silaturahmi ke Markas Komando (Mako) Kopassus di Cijantung, Jakarta Timur, untuk menemui Komandan Jenderal Kopassus, Letjen TNI Djon Afriandi.

    Pertemuan ini bukan sekadar agenda rutin biasa, melainkan simbol kuat dari komunikasi, koordinasi, dan solidaritas lintas satuan yang tak teroyak.

    Tiga Pilar “Jaga Jakarta, Jaga Jayakarta, Jaga Indonesia Utuh”

    Dalam kesempatan tersebut, ketiga pimpinan menegaskan kembali semangat kebersamaan melalui narasi utama: “Jaga Jakarta, Jaga Jayakarta, dan Jaga Indonesia Utuh.”

    Sinergi antara Polda Metro Jaya, Kodam Jaya, dan Kopassus memegang peranan kunci dalam:

    Meningkatkan Komunikasi & Koordinasi: Memastikan pertukaran informasi dan penanganan potensi gangguan keamanan berjalan cepat dan tepat sasaran.
    Menghadapi Tantangan Dinamis: Mengantisipasi berbagai potensi kerawanan sosial dan potensi gangguan keamanan di kawasan metropolitan.
    Memberikan Pelayanan Terbaik: Menghadirkan ketenangan, rasa aman, serta stabilitas bagi seluruh lapisan warga Jakarta dan sekitarnya.
    “Keamanan kawasan metropolitan adalah cermin stabilitas nasional. Kolaborasi yang erat antara Kepolisian dan TNI adalah jaminan bahwa masyarakat dapat beraktivitas dengan tenang dan nyaman.”
    Wujud Nyata Pelayanan untuk Masyarakat

    Kerja sama yang terjalin erat ini diharapkan tidak hanya berdampak pada aspek teknis pengamanan, tetapi juga membawa kesejukan bagi warga Jakarta. Ketika TNI dan Polri berjalan beriringan dengan soliditas tinggi, masyarakat mendapatkan kepastian bahwa keamanan negara ditangani oleh pilar-pilar yang kokoh dan tepercaya.

    Melalui langkah silaturahmi ini, Polda Metro Jaya, Kodam Jaya, dan Kopassus kembali membuktikan bahwa kolaborasi adalah kunci utama dalam menjaga ketertiban, merawat persatuan, serta mengawal keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

     

     

  • Menjaga Jakarta bukan hanya tentang pengamanan, tetapi juga tentang Sinergitas Dan kebersamaan

    Menjaga Jakarta bukan hanya tentang pengamanan, tetapi juga tentang Sinergitas Dan kebersamaan


    JAKARTA – Menjaga stabilitas dan keamanan ibu kota serta daerah penyangganya bukanlah tugas yang bisa dipikul oleh satu instansi saja. Di tengah dinamika tantangan keamanan yang terus berkembang, kesolidan antara aparat kepolisian dan satuan TNI menjadi fondasi utama demi menghadirkan rasa aman bagi masyarakat.

    Komitmen tersebut ditegaskan kembali dalam pertemuan penuh kehangatan antara tiga pimpinan jajaran TNI dan Polri. Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Asep Edi Suheri bersama Pangdam Jaya Letjen TNI Deddy Suryadi melakukan kunjungan silaturahmi ke Markas Komando (Mako) Kopassus di Cijantung, Jakarta Timur, untuk menemui Komandan Jenderal Kopassus, Letjen TNI Djon Afriandi.

    Pertemuan ini bukan sekadar agenda rutin biasa, melainkan simbol kuat dari komunikasi, koordinasi, dan solidaritas lintas satuan yang tak teroyak.

    Tiga Pilar “Jaga Jakarta, Jaga Jayakarta, Jaga Indonesia Utuh”

    Dalam kesempatan tersebut, ketiga pimpinan menegaskan kembali semangat kebersamaan melalui narasi utama: “Jaga Jakarta, Jaga Jayakarta, dan Jaga Indonesia Utuh.”

    Sinergi antara Polda Metro Jaya, Kodam Jaya, dan Kopassus memegang peranan kunci dalam:

    Meningkatkan Komunikasi & Koordinasi: Memastikan pertukaran informasi dan penanganan potensi gangguan keamanan berjalan cepat dan tepat sasaran.
    Menghadapi Tantangan Dinamis: Mengantisipasi berbagai potensi kerawanan sosial dan potensi gangguan keamanan di kawasan metropolitan.
    Memberikan Pelayanan Terbaik: Menghadirkan ketenangan, rasa aman, serta stabilitas bagi seluruh lapisan warga Jakarta dan sekitarnya.
    “Keamanan kawasan metropolitan adalah cermin stabilitas nasional. Kolaborasi yang erat antara Kepolisian dan TNI adalah jaminan bahwa masyarakat dapat beraktivitas dengan tenang dan nyaman.”
    Wujud Nyata Pelayanan untuk Masyarakat

    Kerja sama yang terjalin erat ini diharapkan tidak hanya berdampak pada aspek teknis pengamanan, tetapi juga membawa kesejukan bagi warga Jakarta. Ketika TNI dan Polri berjalan beriringan dengan soliditas tinggi, masyarakat mendapatkan kepastian bahwa keamanan negara ditangani oleh pilar-pilar yang kokoh dan tepercaya.

    Melalui langkah silaturahmi ini, Polda Metro Jaya, Kodam Jaya, dan Kopassus kembali membuktikan bahwa kolaborasi adalah kunci utama dalam menjaga ketertiban, merawat persatuan, serta mengawal keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

     

     

  • Menjaga Jakarta bukan hanya tentang pengamanan, tetapi juga tentang kebersamaan

    Menjaga Jakarta bukan hanya tentang pengamanan, tetapi juga tentang kebersamaan


    JAKARTA – Menjaga stabilitas dan keamanan ibu kota serta daerah penyangganya bukanlah tugas yang bisa dipikul oleh satu instansi saja. Di tengah dinamika tantangan keamanan yang terus berkembang, kesolidan antara aparat kepolisian dan satuan TNI menjadi fondasi utama demi menghadirkan rasa aman bagi masyarakat.

    Komitmen tersebut ditegaskan kembali dalam pertemuan penuh kehangatan antara tiga pimpinan jajaran TNI dan Polri. Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Asep Edi Suheri bersama Pangdam Jaya Letjen TNI Deddy Suryadi melakukan kunjungan silaturahmi ke Markas Komando (Mako) Kopassus di Cijantung, Jakarta Timur, untuk menemui Komandan Jenderal Kopassus, Letjen TNI Djon Afriandi.

    Pertemuan ini bukan sekadar agenda rutin biasa, melainkan simbol kuat dari komunikasi, koordinasi, dan solidaritas lintas satuan yang tak teroyak.

    Tiga Pilar “Jaga Jakarta, Jaga Jayakarta, Jaga Indonesia Utuh”

    Dalam kesempatan tersebut, ketiga pimpinan menegaskan kembali semangat kebersamaan melalui narasi utama: “Jaga Jakarta, Jaga Jayakarta, dan Jaga Indonesia Utuh.”

    Sinergi antara Polda Metro Jaya, Kodam Jaya, dan Kopassus memegang peranan kunci dalam:

    Meningkatkan Komunikasi & Koordinasi: Memastikan pertukaran informasi dan penanganan potensi gangguan keamanan berjalan cepat dan tepat sasaran.
    Menghadapi Tantangan Dinamis: Mengantisipasi berbagai potensi kerawanan sosial dan potensi gangguan keamanan di kawasan metropolitan.
    Memberikan Pelayanan Terbaik: Menghadirkan ketenangan, rasa aman, serta stabilitas bagi seluruh lapisan warga Jakarta dan sekitarnya.
    “Keamanan kawasan metropolitan adalah cermin stabilitas nasional. Kolaborasi yang erat antara Kepolisian dan TNI adalah jaminan bahwa masyarakat dapat beraktivitas dengan tenang dan nyaman.”
    Wujud Nyata Pelayanan untuk Masyarakat

    Kerja sama yang terjalin erat ini diharapkan tidak hanya berdampak pada aspek teknis pengamanan, tetapi juga membawa kesejukan bagi warga Jakarta. Ketika TNI dan Polri berjalan beriringan dengan soliditas tinggi, masyarakat mendapatkan kepastian bahwa keamanan negara ditangani oleh pilar-pilar yang kokoh dan tepercaya.

    Melalui langkah silaturahmi ini, Polda Metro Jaya, Kodam Jaya, dan Kopassus kembali membuktikan bahwa kolaborasi adalah kunci utama dalam menjaga ketertiban, merawat persatuan, serta mengawal keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

     

     

  • Menjaga Jakarta bukan hanya tentang pengamanan, tetapi juga tentang kebersamaan

    Menjaga Jakarta bukan hanya tentang pengamanan, tetapi juga tentang kebersamaan


    JAKARTA – Menjaga stabilitas dan keamanan ibu kota serta daerah penyangganya bukanlah tugas yang bisa dipikul oleh satu instansi saja. Di tengah dinamika tantangan keamanan yang terus berkembang, kesolidan antara aparat kepolisian dan satuan TNI menjadi fondasi utama demi menghadirkan rasa aman bagi masyarakat.

    Komitmen tersebut ditegaskan kembali dalam pertemuan penuh kehangatan antara tiga pimpinan jajaran TNI dan Polri. Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Asep Edi Suheri bersama Pangdam Jaya Letjen TNI Deddy Suryadi melakukan kunjungan silaturahmi ke Markas Komando (Mako) Kopassus di Cijantung, Jakarta Timur, untuk menemui Komandan Jenderal Kopassus, Letjen TNI Djon Afriandi.

    Pertemuan ini bukan sekadar agenda rutin biasa, melainkan simbol kuat dari komunikasi, koordinasi, dan solidaritas lintas satuan yang tak teroyak.

    Tiga Pilar “Jaga Jakarta, Jaga Jayakarta, Jaga Indonesia Utuh”

    Dalam kesempatan tersebut, ketiga pimpinan menegaskan kembali semangat kebersamaan melalui narasi utama: “Jaga Jakarta, Jaga Jayakarta, dan Jaga Indonesia Utuh.”

    Sinergi antara Polda Metro Jaya, Kodam Jaya, dan Kopassus memegang peranan kunci dalam:

    Meningkatkan Komunikasi & Koordinasi: Memastikan pertukaran informasi dan penanganan potensi gangguan keamanan berjalan cepat dan tepat sasaran.
    Menghadapi Tantangan Dinamis: Mengantisipasi berbagai potensi kerawanan sosial dan potensi gangguan keamanan di kawasan metropolitan.
    Memberikan Pelayanan Terbaik: Menghadirkan ketenangan, rasa aman, serta stabilitas bagi seluruh lapisan warga Jakarta dan sekitarnya.
    “Keamanan kawasan metropolitan adalah cermin stabilitas nasional. Kolaborasi yang erat antara Kepolisian dan TNI adalah jaminan bahwa masyarakat dapat beraktivitas dengan tenang dan nyaman.”
    Wujud Nyata Pelayanan untuk Masyarakat

    Kerja sama yang terjalin erat ini diharapkan tidak hanya berdampak pada aspek teknis pengamanan, tetapi juga membawa kesejukan bagi warga Jakarta. Ketika TNI dan Polri berjalan beriringan dengan soliditas tinggi, masyarakat mendapatkan kepastian bahwa keamanan negara ditangani oleh pilar-pilar yang kokoh dan tepercaya.

    Melalui langkah silaturahmi ini, Polda Metro Jaya, Kodam Jaya, dan Kopassus kembali membuktikan bahwa kolaborasi adalah kunci utama dalam menjaga ketertiban, merawat persatuan, serta mengawal keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

     

     

  • Kapolda Metro Jaya  Bersama Pangdam  Silaturahmi ke Mako Kopassus: Perkuat Sinergi demi Stabilitas Jakarta dan NKRI

    Kapolda Metro Jaya  Bersama Pangdam  Silaturahmi ke Mako Kopassus: Perkuat Sinergi demi Stabilitas Jakarta dan NKRI


    JAKARTA – Menjaga stabilitas dan keamanan ibu kota serta daerah penyangganya bukanlah tugas yang bisa dipikul oleh satu instansi saja. Di tengah dinamika tantangan keamanan yang terus berkembang, kesolidan antara aparat kepolisian dan satuan TNI menjadi fondasi utama demi menghadirkan rasa aman bagi masyarakat.

    Komitmen tersebut ditegaskan kembali dalam pertemuan penuh kehangatan antara tiga pimpinan jajaran TNI dan Polri. Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Asep Edi Suheri bersama Pangdam Jaya Letjen TNI Deddy Suryadi melakukan kunjungan silaturahmi ke Markas Komando (Mako) Kopassus di Cijantung, Jakarta Timur, untuk menemui Komandan Jenderal Kopassus, Letjen TNI Djon Afriandi.

    Pertemuan ini bukan sekadar agenda rutin biasa, melainkan simbol kuat dari komunikasi, koordinasi, dan solidaritas lintas satuan yang tak teroyak.

    Tiga Pilar “Jaga Jakarta, Jaga Jayakarta, Jaga Indonesia Utuh”

    Dalam kesempatan tersebut, ketiga pimpinan menegaskan kembali semangat kebersamaan melalui narasi utama: “Jaga Jakarta, Jaga Jayakarta, dan Jaga Indonesia Utuh.”

    Sinergi antara Polda Metro Jaya, Kodam Jaya, dan Kopassus memegang peranan kunci dalam:

    Meningkatkan Komunikasi & Koordinasi: Memastikan pertukaran informasi dan penanganan potensi gangguan keamanan berjalan cepat dan tepat sasaran.
    Menghadapi Tantangan Dinamis: Mengantisipasi berbagai potensi kerawanan sosial dan potensi gangguan keamanan di kawasan metropolitan.
    Memberikan Pelayanan Terbaik: Menghadirkan ketenangan, rasa aman, serta stabilitas bagi seluruh lapisan warga Jakarta dan sekitarnya.
    “Keamanan kawasan metropolitan adalah cermin stabilitas nasional. Kolaborasi yang erat antara Kepolisian dan TNI adalah jaminan bahwa masyarakat dapat beraktivitas dengan tenang dan nyaman.”
    Wujud Nyata Pelayanan untuk Masyarakat

    Kerja sama yang terjalin erat ini diharapkan tidak hanya berdampak pada aspek teknis pengamanan, tetapi juga membawa kesejukan bagi warga Jakarta. Ketika TNI dan Polri berjalan beriringan dengan soliditas tinggi, masyarakat mendapatkan kepastian bahwa keamanan negara ditangani oleh pilar-pilar yang kokoh dan tepercaya.

    Melalui langkah silaturahmi ini, Polda Metro Jaya, Kodam Jaya, dan Kopassus kembali membuktikan bahwa kolaborasi adalah kunci utama dalam menjaga ketertiban, merawat persatuan, serta mengawal keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

     

     

  • Kapolda Metro Jaya  Bersama Pangdam  Silaturahmi ke Mako Kopassus: Perkuat Sinergi demi Stabilitas Jakarta dan NKRI

    Kapolda Metro Jaya  Bersama Pangdam  Silaturahmi ke Mako Kopassus: Perkuat Sinergi demi Stabilitas Jakarta dan NKRI


    JAKARTA – Menjaga stabilitas dan keamanan ibu kota serta daerah penyangganya bukanlah tugas yang bisa dipikul oleh satu instansi saja. Di tengah dinamika tantangan keamanan yang terus berkembang, kesolidan antara aparat kepolisian dan satuan TNI menjadi fondasi utama demi menghadirkan rasa aman bagi masyarakat.

    Komitmen tersebut ditegaskan kembali dalam pertemuan penuh kehangatan antara tiga pimpinan jajaran TNI dan Polri. Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Asep Edi Suheri bersama Pangdam Jaya Letjen TNI Deddy Suryadi melakukan kunjungan silaturahmi ke Markas Komando (Mako) Kopassus di Cijantung, Jakarta Timur, untuk menemui Komandan Jenderal Kopassus, Letjen TNI Djon Afriandi.

    Pertemuan ini bukan sekadar agenda rutin biasa, melainkan simbol kuat dari komunikasi, koordinasi, dan solidaritas lintas satuan yang tak teroyak.

    Tiga Pilar “Jaga Jakarta, Jaga Jayakarta, Jaga Indonesia Utuh”

    Dalam kesempatan tersebut, ketiga pimpinan menegaskan kembali semangat kebersamaan melalui narasi utama: “Jaga Jakarta, Jaga Jayakarta, dan Jaga Indonesia Utuh.”

    Sinergi antara Polda Metro Jaya, Kodam Jaya, dan Kopassus memegang peranan kunci dalam:

    Meningkatkan Komunikasi & Koordinasi: Memastikan pertukaran informasi dan penanganan potensi gangguan keamanan berjalan cepat dan tepat sasaran.
    Menghadapi Tantangan Dinamis: Mengantisipasi berbagai potensi kerawanan sosial dan potensi gangguan keamanan di kawasan metropolitan.
    Memberikan Pelayanan Terbaik: Menghadirkan ketenangan, rasa aman, serta stabilitas bagi seluruh lapisan warga Jakarta dan sekitarnya.
    “Keamanan kawasan metropolitan adalah cermin stabilitas nasional. Kolaborasi yang erat antara Kepolisian dan TNI adalah jaminan bahwa masyarakat dapat beraktivitas dengan tenang dan nyaman.”
    Wujud Nyata Pelayanan untuk Masyarakat

    Kerja sama yang terjalin erat ini diharapkan tidak hanya berdampak pada aspek teknis pengamanan, tetapi juga membawa kesejukan bagi warga Jakarta. Ketika TNI dan Polri berjalan beriringan dengan soliditas tinggi, masyarakat mendapatkan kepastian bahwa keamanan negara ditangani oleh pilar-pilar yang kokoh dan tepercaya.

    Melalui langkah silaturahmi ini, Polda Metro Jaya, Kodam Jaya, dan Kopassus kembali membuktikan bahwa kolaborasi adalah kunci utama dalam menjaga ketertiban, merawat persatuan, serta mengawal keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).